Menu

Mode Gelap
5 Cara Mengatasi Tantrum pada Anak: Solusi Sederhana yang Efektif! Kulit Wajah Kusam? Atasi dengan 3 Tips Ampuh Ini! 5 Cara Tepat Menstimulasi Otak Anak: Dijamin Seru dan Menyenangkan! Fitur Terbaru Instagram yang Muncul di Tahun 2025 Peluncuran Jersey Timnas Indonesia 2025, Netizen Puas: “Aura Lolos Pildun 2026 Makin Menyala!” 5 Ide Freelance untuk Kaum Introvert: Cari Cuan Sangat Mudah!

Berita

FenomenalTikTok Dilarang di Amerika, RedNote Meroket di Awal 2025

Avatar photobadge-check


Tiktok dilarang di amerika, masyarakat beralih ke RedNote | Photo by VCG/VCG via Getty Images Perbesar

Tiktok dilarang di amerika, masyarakat beralih ke RedNote | Photo by VCG/VCG via Getty Images

Aplikasi fenomenal TikTok dilarang di Amerika Serikat, masyarakat berbondong-bondong beralih ke aplikasi RedNote. Tiktok memang sempat dilarang, dan membuat masyarakat berali ke RedNote yang merupakan aplikasi yang serupa dengan Tiktok, dan sama-sama berasal dari Cina. Hal ini juga yang membuat para pakar mendiskusikan apakah aplikasi RedNote perlu dimasukkan kedalam daftar terlarang juga.

Larangan aplikasi Tiktok di Amerika Serikat mulai ditetapkan sejak 19 Januari 2025 namun kini telah kembali beroperasi, diduga karna bantuan dari Donal Trump. Mahkamah Agung otoritas peradilan tertinggi negara tersebut,  mendengarkan permohonan terakhir TikTok agar larangan tersebut dibatalkan.

Mengapa Tiktok dilarang di Amerika Serikat?

Pejabat dan anggota parlemen AS menuduh ByteDance terkait dengan pemerintah China. Banyak yang mengutip kekhawatiran keamanan nasional atas aplikasi tersebut, mengklaim bahwa aplikasi tersebut dapat dipaksa oleh Beijing untuk menyerahkan data sekitar 170 juta penggunanya di AS.

Departemen Kehakiman AS mengatakan bahwa karena perusahaan induknya di Tiongkok, dan akses ke data pengguna Amerika, TikTok menimbulkan “ancaman keamanan nasional dengan kedalaman dan skala yang sangat besar”.

Pada bulan April 2024, Kongres AS meloloskan rancangan undang-undang, yang kemudian disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden Joe Biden, yang memberi ByteDance waktu sembilan bulan untuk menemukan pembeli yang disetujui AS atau melihat TikTok ditutup di seluruh AS.

TikTok dan ByteDance membantah adanya hubungan dengan pemerintah Tiongkok, dan mengatakan bahwa data apa pun tidak akan diserahkan ke pemerintahan tiongkok.

Perusahaan tersebut telah mengajukan sejumlah gugatan hukum terhadap undang-undang tersebut, dengan mengatakan bahwa undang-undang tersebut “inkonstitusional” dan akan berdampak “mengejutkan” pada kebebasan berbicara karena menyensor penggunanya di AS.

Mereka mengatakan bahwa bahkan larangan sementara pada awal tahun 2025 akan memiliki “dampak yang menghancurkan” terhadap operasi dan pengguna aplikasi mereka.

Data Apa Saja Yang Dikumpulkan Aplikasi TikTok?

Banyak yang bertanya-tanya tentang kekhawatirang pemerintahan Amerika Serikat yang terkesan berlebihan, banyak yang berfikir apa perbedaan dari aplikasi Tiktok dengan aplikasi lainnya? Dan mengapa hanya TikTok yang menjadi pertimbangan pemerintahan?

Dikutip dari media BBC Inti dari aplikasi TikTok sendiri adalah adalah algoritmanya – serangkaian instruksi yang menentukan konten yang ditampilkan kepada pengguna, berdasarkan data tentang bagaimana mereka berinteraksi dengan materi lain.

TikTok dapat menggunakan data ini, serta informasi tentang perangkat, lokasi, dan ritme penekanan tombol masing-masing pengguna, untuk merekomendasikan video kepada pengguna pada umpan Untuk Anda yang dibuat secara otomatis.

Beberapa peneliti sebelumnya mengklaim aplikasi tersebut mengumpulkan lebih banyak data dari pengguna daripada yang lain untuk mendukung sistemnya yang sangat personal. Namun, platform media sosial pesaing seperti Facebook dan Instagram juga ternyata mengumpulkan data pengguna yang serupa.

Baca Juga: Berita Jurnalis Muda Lainnya disini!

Apa Kata Para Ahli Tentang Kebijakan Ini?

Dikutip dari salah satu artikel di media Newsweek, mereka mengajukan pertanyaan “Apakah aplikasi  RedNote juga seharusnya dilarang seperti TikTok?” kepada beberapa pakar dan berikut ini apa yang mereka katakan:

1. Bruce Schneier: Atur, Jangan Larang
tanggapan bruce Schneier tentang tiktok dilarang di amerika

Potret bruce Schneier | Photo by David Betts : Uses This

Bruce Schneier yang merupakan seorang ahli dalam teknologi keamanan yang terkenal secara internasional. Mengatakan tidak, karna menurutnya kita tidak boleh melarang RedNote atau TikTok. justru setiap negara harus mampu mengatur semua perusahaan di bidang teknologi informasi seperti sosial media.

Pada intinya jika harus dilarang, akan ada lebih banyak aplikasi lain yang serupa akan masuk. Pemerintahan juga tidak bisa melarang semua aplikasi tersebut, jadi Bruce menyarankan lebih baik mengendalikan dibanding menghapuskan.

2. Justin Sherman: Risiko Tidak Sama dengan Perlunya Larangan
tiktok dilarang di amerika

Potrait Justin Sherman | Photo by Justin sherman : Atlantic Council

Justin Sherman adalah CEO Global Cyber ​​Strategies dan penulis buku yang sebentar lagi akan terbit yaitu Technology and National Security Collide. Ia mengatakan “sejak unduhan aplikasi RedNote melonjak, itu berarti jangkauannya semakin luas di Amerika Serikat dibandingkan beberapa aplikasi lain.”

Namun, ia juga tidak mengumpulkan banyak data yang tidak dapat diperoleh di tempat lain, seperti dengan meretas agregator data AS dengan praktik keamanan yang buruk atau mengeksploitasi celah privasi yang besar dalam ekosistem penawaran iklan seluler.

Mencapai keseimbangan yang tepat bukan sekadar menghindari serangan bertubi-tubi yang tidak produktif; tetapi juga tentang tidak mengalihkan perhatian dari risiko yang serius, tidak membayangkan ‘risiko’ sama dengan perlunya pelarangan, dan tidak mengancam keamanan nasional dan kredibilitas ekonomi Amerika dalam prosesnya.

Negara Apa Saja yang Sudah Melarang TikTok Beroperasi?

TikTok tenyata sudah sejak lama dilarang di India, yang merupakan salah satu negara dengan pasar terbesar aplikasi tersebut. Tiktok mulai dilarang di India sejak Juni 2020 lalu.

Pihak berwenang di beberapa negara seperti Iran, Nepal, Afghanistan, dan Somalia juga sebelumnya juga telah memberlakukan larangan terhadap aplikasi tersebut. Tak hanya itu Pemerintah dan Parlemen Inggris juga melarang TikTok dari perangkat kerja staf pada tahun 2023, seperti yang dilakukan oleh Komisi Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Aku Siapa ?

    emang sih katanya udah bisa di pake lagi di AS, tpi denger-denger tetep belum ada di playstorenya. kalo diliat dri postingan netizen sana di X

    Balas
semua sudah ditampilkan
Lanjutkan Membaca!

Fitur Terbaru Instagram yang Muncul di Tahun 2025

15 Februari 2025 - 11:14 WIB

2 orang yang sedang mencoba fitur terbaru instagram

Peluncuran Jersey Timnas Indonesia 2025, Netizen Puas: “Aura Lolos Pildun 2026 Makin Menyala!”

14 Februari 2025 - 09:01 WIB

desain baru jersey timnas indonesia

#KuSangatSuka: 5 Fakta Mengenai Single Terbaru JKT48

8 Februari 2025 - 16:00 WIB

jkt48

Sulap Minyak Jelantah Jadi Uang: Pertamina Bayar Rp6.000,- Per Liter!

2 Februari 2025 - 14:10 WIB

minyak jelantah

Indonesia Lolos Piala Dunia: Skenario Penentu di Round 3

28 Januari 2025 - 08:51 WIB

Tim yang Akan Membawa Indonesia Lolos Piala Dunia
Trending di Berita