Negara Amerika Serikat kini menjadi perbincangan banyak orang. Pasalnya, negara tersebut telah melantik secara resmi presiden barunya yang ke- 47, yaitu Donald Trump. Kenaikan Trump menjadi presiden AS yang ke- 47 ini membawa secercah kebahagiaan bagi para warga AS. Kepemimpinan Trump dianggap banyak mendatangkan kejayaan di berbagai sektor kehidupan. Secara tidak langsung, dengan dilakukannya pelantikan Donald Trump sebagai presiden AS akan membawa Amerika Serikat untuk memasuki era emas yang baru.
Presiden baru yang terpilih di Negara Amerika Serikat, Donald, Trump, kini telah resmi dilantik sebagai Presiden negara AS. Acara pelantikan Donald Trump berlangsung pada Senin, 20 Januari 2025 waktu AS, yang berlokasi di Gedung Capitol Amerika Serikat yang berada di area Washington DC. Pada waktu Indonesia, Trump resmi dilantik pada Selasa, 21 Januari 2025 pada dini hari. Acara pelantikan Donald Trump ini membuat ia secara resmi mengemban posisi dan tugas sebagai presiden ke- 47 wilayah Amerika Serikat. Para warga negara tersebut ramai untuk menyaksikan dan menyambut hadirnya presiden baru mereka. Ramai tepukan tangan mengalun di acara pelantikan Donald Trump sebagai presiden.
Dalam acara pelantikan tersebut, Donald Trump menyampaikan pidato pertamanya yang dilakukan setelah mengucap sumpah janji presiden di depan para warganya. Pada pidato yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit tersebut, Trump menyoroti beberapa hal, terutama dalam hal akan hadirnya ‘gelombang perubahan’ Amerika dari ‘kemerosotan’. Kemerosotan disini berarti kebijakan yang dihadirkan oleh presiden sebelumnya, yaitu Joe Biden yang tidak mampu menyelesaikan krisis sederhana di negara AS.
BACA JUGA: Peta Kebakaran Los Angeles Meluas, 2 Bantuan Segera Dikirimkan
Selain menyinggung mengenai perubahan kebijakan, Donald Trump juga menyampaikan pidatonya terkait dengan peraturan imigrasi di wilayah Amerika Serikat. Terdapat beberapa hal lainnya yang disampaikan oleh Trump dalam pelantikannya. Berikut akan tersaji rangkuman beberapa poin pidato pelantikan Donal Trump sebagai presiden ke- 47 Amerika Serikat. Berbagai poin kebijakan, perubahan, dan evaluasi disampaikan oleh Presiden Trump. Yuk simak di bawah ini rangkuman beberapa poin pidato pelantikan Donald Trump sebagai Presiden baru AS.
Amerika Serikat Memasuki Era Emas
Poin pertama yang disampaikan oleh Trump dalam pelantikannya adalah terkait dengan era perubahan yang akan terjadi di negara Amerika Serikat. Donal Trump memulai pidatonya dengan membahas secara tegas bahwa Amerika Serikat akan kembali memasuki era emas atau era kejayaan tepat setelah pelatikan Donald Trump dilakukan.

Donald Trump Berpidato | Photo by realdonaldtrump: Instagram
“Mulai saat ini, negara AS kita akan kembali dihormati dan berjaya di mata seluruh dunia. Kita akan membuat iri hati semua bangsa. Kita tidak lagi membiarkan negara kita dimanfaatkan,” ucap Trump dalam pidatonya di gedung Washington DC. Ia juga menjanjikan bahwa martabak negara AS akan kembali saat kepemimpinannya berlangsung.
Penegasan ‘Amerika First’
Poin kedua dalam pidato pelantikan Donald Trump meliputi pernyataan tegas terkait ‘amerika first’ yang diungkapkan oleh Trump. Ia menegaskan bahwa akan mengutamakan segala kepentingan AS dan warganya selama masa kepemimpinannya berlangsung. Trump menetapkan fokus pemerintahan berada pada urusan domestik seperti misalnya pemulihan keadilan, kedaulatan, dan kemanan negara.
“Setiap hari di bawah pemerintahan Donald Trump, saya akan secara sederhana menempatkan AS di atas segala hal. Kedaulatan akan kita rebut. Keamanan akan dipulihkan….. prioritas utama kita saat ini adalah menciptakan negara Makmur, bangga, dan bebas’”ucap Trump kurang lebihnya.
Sindiran Kegagalan Kepemimpinan Joe Biden
Selama menyampaikan pidato pelantikannya, Trump sangat menekankan terkait kegagalan kebijakan pemerintahan presiden sebelumnya, yaitu Joe Biden yang saat itu juga hadir di gedung tersebut. Trump menganggap bahwa selama pemerintahan Biden, kekayaan juga kekuatan rakyat AS sudah dirampai oleh para kelompok radikal.
Terjadi korupsi masal di beberapa tahun terakhir masa kepemimpinan Biden. Biden dipandang tidak mampu mengatasi berbagai masalah krisis sederhana dalam negeri serta membuat AS mengalami bencara di area luar negeri. Hal ini terpapar dalam cuplikan pidato yang disampaikan dalam pelantikan Donald Trump tersebut.
BACA JUGA: Luar Biasa “Patrick Kluivert Effect” 5 Pemain Grade A Ini Berpotensi ke Timnas Garuda
“Pemerintah ini telah gagal dalam melindungi para warga Amerika yang sangat taat hukum, tetapi malah memberikan perlindungan bagi para penjahat berbahaya. Banyak orang yang berasal dari penjara atau bahkan lembaga kejiwaan di area luar negeri namun masuk begitu saja secara illegal ke negara kita….”.
Selain itu, Trump juga membahas kegagalan Biden dalam masalah yang masih hangat dialami oleh wilayah Amerika Serikat belakangan ini. Masalah kebakaran Los Angeles tak luput dari pembahasan Trump.
“atau lebih baru lagi, di Los Angeles, di mana kita masih dapat melihat kebakaran yang begitu tragis terus terjadi selama berminggu-minggu tanpa adanya pertahanan atau penanganan apapun…..mereka (para korban) tidak lagi memiliki rumah. Itu sangat menarik.” Ujar Trump.
Urusan Imigrasi Diperketat

Pidato Donald Trump | Photo by realdonaldtrump: Instagram
Trump menegaskan bahwa ia akan mengubah kebijakan terkait urusan imigrasi menjadi semakin ketat bahkan hingga area perbatasan wilayah Amerika Serikat. Ia akan mengirimkan ratusan pasukan ke area perbatasan Selatan wilayah Amerika yang secara langsung bersebelahan dengan Negara Meksiko. Hal ini dilakukan untuk mencegah hadirnya invasi yang akan merugikan wilayah AS.
Perebutan Kanal Panama dan Mengubah Nama Teluk Meksiko
Presiden baru AS ini secara tegas mengungkapkan akan merebut kembali Terusan Panama sekaligus Teluk Meksiko. Ia mengungkapkan bahwa Teluk Meksiko sudah seharusnya menjadi milik Amerika. Trump juga berencana akan mengubah nama ‘Teluk Meksiko’ menjadi ‘Teluk Amerika’.

Ilustrasi Trump Menyampaikan Pidatonya | Photo by melaniatrumpworld: Instagram
Bersamaan dengan itu, Presiden Trump juga menyinggung terkait kepemimpinan Presiden McKinley yang berkaitan dengan wilayah Terusan Panama. Ia sangat menyayangkan kejadian Terusan Panama yang diberikan secara penuh ke wilayah Panama yang menyebabkan banyak kapal Amerika dikenakan biaya tinggi saat melalui Kanal Panama. Hal tersebut yang mendorong Trump ingin merebut kembali wilayah-wilayah tersebut terhitung sejak pelantikan Donald Trump berlangsung.
Penghapusan Gender X, Hanya Perempuan dan Laki-laki
Dalam pelantikan Donald Trump sebagai presiden baru AS, ia menyampaikan bahwa akan mencabut kebijakan yang berkaitan dengan gender. Terutama dalam hal pengaturan ras dan gender dalam beberapa aspek kehidupan baik di lingkup publik maupun pribadi.
Ia mengungkapkan bahwa sejak kepemimpinannya berlangsung, hanya akan ada 2 gender yaitu laki-laki dan Perempuan. Masyarakat Amerika Serikat juga akan dibentuk dengan sikap tidak pandang warna kulit ataupun berbasis terhadap prestasi semenjak pelantikan Donald Trump dilaksanakan.
Demikian beberapa informasi terkait pelantikan Donald Trump sebagai presiden baru wilayah Amerika Serikat yang ke- 47. Amerika akan memasuki era emas yang baru dan mengalami berbagai kebijakan baru sesuai dengan yang dikatakan oleh Presiden Trump. Semoga bermanfaat, sampai jumpa!.